Puisi Penyesalan

Jadilah.com - Setelah tadi saya bawakan Puisi Istigfar kali ini akan kita lanjutkan pada Puisi Penyesalan, Mungkin di antara sobat pernah mengalami sedikit problema dalam hidup masing-masing terutama dalam masalah asmara dan itu bersifat umum dan wajar saja adanya, nah kalau memang begitu agak mirip nih sama cerita dalam Puisi Penyesalan berikut ini.

Naluri berkata dusta
Teriakan hati penuh tanya,
...........Kenapa?

Kenapa diri berdusta
Jasad dalam diri tersiksa,..
Dan, merana.....
Saat kenyataan ada dalam sebuah khayal

Tuhan,....
Kenapa dulu ku pendam
Kenapa pula cinta tak sampai

Memang, gak ada yang salah
Bila hati berbunga dusta
dan nista dari sebuah dusta itu
justru menjauhkan diri dari cinta...
-------------------------------------------------------------

Lelah ku berjalan, telusuri arti kehidupan, dan
ku temukan cinta dalam hidup,
dan kerinduan yang mendalam

Dalam angan ku katakan,
Ingin rasanya kukatakan lewat kata yang mesra untukmu
Tapi ketak kuasaan tuk melakukan
Mungkin hanya dalam nyanyian hati kukatakan
Tentang yang terpendam dan tentang penyesalan

Ribuan hari ku memendam
dan mencoba tuk melupakan
dan hari ini aku nyatakan
Bahwa melupakanmu sebuah penyesalan
dan bukan hal yang mudah justru kedustaan,
dan dustai hati itu justru kemunafikan

Lantas apa yang harus kulakukan untuk semua penyesalan ini?

Oke sobat, itulah Puisi Penyesalan yang bisa saya sajikan untuk kesempatan kali ini, mohon maaf atas kekurangan, dalam reka bahasa dan yang lainnya yang kurang berkenan di hati sobat semuanya. Semoga bermanfaat.